Sebentar Lagi Window Dressing, Sudah Tahu Apa Itu?

Sebentar Lagi Window Dressing, Sudah Tahu Apa Itu?

Setiap mendekati akhir tahun, bukan belanja saja yang memiliki banyak promo. Namun ada pula satu fenomena menarik di dalam dunia investasi.

Namanya adalah window dressing dimana ini merupakan sebuah kondisi anomaly atau tidak normal yang paling sering terjadi di pasar modal.

Biasanya hal ini ditandai dengan pergerakan IHSG yang cenderung menguat jelang penutupan tahun. Tren ini didorong dengan kenaikan harga saham emiten atau perusahaan terbuka di bursa efek.

Hal ini dibarengi dengan masa tutup buku maupun rekap hasil kinerja tahunan suatu perusahaan. Nah, untuk kalian yang ingin tahu lebih dalam mengenai window dressing, di bawah ini kami akan memberikan penjelasannya.

Pengertian Window Dressing

Pengertian Window Dressing

Window dressing merupakan sebuah strategi untuk mempercantik kinerja maupun laporan keuangan atau portofolio bisnisnya.

Dipoles sedemikian rupa agar terlihat menarik di mata para investor dan juga pemegang saham. Lalu, siapa pelaku window dressing ini?

Pelakunya adalah emiten serta manajer investasi. Dimana perusahaan terbuka atau emiten merekayasa neraca keuangan atau laporan rugi labanya sehingga memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang sebenarnya.

Kegiatan ini menggunakan trik akuntansi di mana perusahaan seolah-olah membukukan laba atau keuntungan yang sifatnya semu padahal sebenarnya perusahaan rugi. Atau dilaporkan labanya besar namun sebenarnya kecil.

Semetara manajer investasi melakukan praktik window dressing dengan memoles kinerja pengelolaan reksadananya.

Dengan begitu, terlihat akan mencatatkan hasil yang positif. Ini akan berdampak sangat besar terhadap imej mereka dari nasabah yang menggunakan jasanya.

Fenomena ini mampu melesatkan harga saham emiten. Terutama saham-saham unggulan seperti saham Blue Chips. Memiliki kapitalisasi pasar besar dan menjadi penggerak utama IHSG.

Terjadi Kuartalan dan Akhir Tahun

Terjadi Kuartalan dan Akhir Tahun

Perilaku window dressing bukanlah hal yang baru lagi. Bahkan sudah sangat umum terjadi. Biasanya hal ini sering dilakukan setiap 3 bulan saat perusahaan mengumumkan laporan keuangan kuartalan.

Window dressing juga seringkali terjadi pada bulan Desember dimana saham-saham emiten terbang dan berlangsung sampai Januari.

Inilah yang dikenal dengan istilah January Effect. Lalu, apa tandanya terjadi window dressing? Tandanya adalah dengan kenaikan beberapa harga saham lebih dari 5 – 10% dalam satu hari perdagangan bursa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, investor perlu bersiap untuk menyambut window dressing, fenomena ini diperkirakan akan datang lebih cepat di tahun 2020.

“Window dressing sering terjadi setiap kuartal dan akhir tahun. Dan tahun ini, (window dressing) agak lebih awal karena libur Desember lebih banyak, sehingga window dressing bisa lebih cepat,” kata Technical Analyst Panin Sekuritas, William Hartanto dalam 2nd Session Closing, seperti dikutip dari Channel Youtube IDX Channel, belum lama ini.

William memprediksi, laju IHSG berpotensi melanjutkan penguatan sampai dengan akhir tahun. Ditopang sentimen dari dalam maupun luar negeri. Sekadar informasi, IHSG saat ini bergerak pada level 5.700.

Analisis juga menyarankan para investor untuk berburu saham di masa window dressing. Seperti yang telah direkomendasikan oleh Willian.

“Berpeluang (beli saat ini). Lebih mengurangi risiko (membeli) pas lagi ada pergerakan indeks (positif),” saran William.

Itulah informasi lengkap yang perlu kalian ketahui mengenai window dressing. Semoga dengan artikel ini kalian bisa lebih banyak belajar dan lebih banyak tahu mengenai window dressing yang sudah sangat lumrah terjadi di bursa efek atau pasar saham Indonesia.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x