KESULITAN MEMBACA GRAFIK SAHAM, BERIKUT CARA UNTUK MEMBACANYA!

KESULITAN MEMBACA GRAFIK SAHAM, BERIKUT CARA UNTUK MEMBACANYA!

Bila sudah membicarakan tentang saham itu memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk kamu yang memang baru pertama kali terjun ke dalam dunia persahaman. Tetapi tidak ada kata terlambat untuk yang namanya belajar, untuk kamu yang masih pemula dapat belajar dan mencari tahu tentang saham. Salah satunya adalah dengan mencari tahu tentang membaca grafik saha, yang memang bila orang awam melihatnya itu membingungkan. Padahal grafik saham sendiri itu memiliki peranan yang sangat penting untuk para investor. Karena grafik saham itu memberikan gambaran tentang perubahan harga saham secara historis di dalam jangka waktu tertentu.

Untuk grafik saham sendiri memang memiliki berbagai macam bentuknya, dari mulai line chart atau bentuk garis, bar chart atau batang, serta candlestick chart atau lilin. Dengan membaca grafik saham yang ada ini , dapat dijadikan sebagai salah satu kekuatan yang baik untuk para investor serta trader saham. Sehingga mereka dapat memiliki perkiraan serta dapat mengetahui situasi pasar kala itu, juga memperkirakan  tentang pergerakan saham yang akan terjadi masa yang akan mendatang. Saat sedang membaca grafik mungkin akan terfokus pada pergerakan dari harga yang naik dan turun, justru jangan melakukan hal yang demikian. Karena hal yang harus diutamakan itu dalam pembacaan grafik saham itu kerangka waktu. Berikut cara untuk membaca grafik saham, agar tidak merasa kebingungan lagi.

1.Membaca Time Frame (kerangka waktu) dalam Sebuah Grafik Saham

Membaca Time Frame (kerangka waktu) dalam Sebuah Grafik Saham

Disaat sedang membaca sebuah grafik saham itu, hal yang harus diprioritaskan adalah dengan membaca kerangka waktunya. Karena time frame atau kerangka waktu ini memberikan gambar tentang berapa jangka waktu histori pada  pergerakan harga yang sedang dipantau tersebut. untuk jenis time frame sendiri itu terdapat tiga yang memang menjadi andalan untuk para investor saham.

Time frame tersebut seperti time frame satu hari, satu minggu, dan satu bulan. Bila dicontohkan itu seperti trader yang sedang memakai grafik candlestick, lalu menggunakan time frame satu minggu untuk melihat pergerakan dari harga saham BBNI. Jadi, pada tiap batang candle di dalam grafik tersebut sudah mewakili dari perubahan harga saham di dalam waktu satu minggu. Dari situ dapat menilai apakah pergerakan saham minggu ini lebih rendah atau sebaliknya.

2.Membaca Tren Harga dalam Sebuah Grafik Saham

Membaca Tren Harga dalam Sebuah Grafik Saham

Ketika sedang membaca grafik saham biasanya para investor pemula itu akan lebih berfokus dengan membaca tren harga sahamnya. Padahal ini seharusnya dikesampingkan menjadi yang kedua bahkan yang ketiga. Untuk membaca tren harga saham ini terdapat tiga jenis, seperti bullish atau tren naik, bearish atau tren turun, dan sideways atau tren menyamping.

Bila melihat dengan menggunakan tren bullish itu berarti pergerakan harga yang mencetak rekor harga paling tinggi, lama kelamaan menjadi lebih tinggi. Untuk bearish pergerakan harga terendah, yang makin lama itu menjadi semakin rendah. Terakhir sideways yang dimana pergerakannya itu naik turun saja, dalam kisaran terbatas yang memang agak sempit.

3.Membaca Support – Resistance Harga dalam Grafik Saham

Membaca Support – Resistance Harga dalam Grafik Saham

Maksud dari support resistance itu adalah melihat yang berpatokan pada harga penting, yang memang harus pahami oleh para investor saat akan memahami cara membaca grafik saham. Untuk support sendiri itu menjadi sebuah pembatas bawah, yang mana harga di masa lampau itu memang cenderung berbalik yang asalnya turun menjadi naik.

Untuk resistance sendiri itu menjadi pembatas atas, yang mana harga menjadi cenderung berbalik yang asalnya naik menjadi turun.

Itulah beberapa cara untuk membaca grafik saham agar tidak lagi kebingungan.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x