sbobet gold online poker

4 Tips Investasi Reksadana Untuk Pemula 2019

4 Tips Investasi Reksadana Untuk Pemula 2019

Dalam berinvestasi reksadana, kita sebagai pemilik modal pasti menginginkan keuntungan yang maksimal. Sebab, berinvestasi memiliki potensi besar yang memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan menabung biasa atau menaruh uang dalam rekening atau deposito bank.

investor pemula seringkali takut ataupun ragu untuk berinvestasi karena belum tahu bagaimana taktik terbaik untuk berinvestasi, meskipun telah mengetahui produk investasi seperti reksadana. Bagi kita yang masih pemula, ikuti tips investasi reksadana berikut ini untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

4 Tips Investasi Reksadana Untuk Pemula

1. Tentukan Tujuan

Sebelum berinvestasi, kita harus memiliki tujuan keuangan yang ingin kita capai. Tujuan keuangan tersebut misalkan untuk membeli barang-barang seperti handphone, hp terkini, laptop, motor, kendaraan beroda empat, atau bahkan rumah.

 Bisa juga kita ingin uang untuk membiayai sekolah atau pendidikan, liburan, nonton konser dan pensiun.

Selain itu, investasi juga bisa ditujukan untuk dana cadangan atau darurat, yang bisa kita pakai sewaktu-waktu dalam keadaan penting dan belum kita anggarkan sebelumnya. Setelah kita mengetahui tujuan ini, kita bisa mulai merencanakan investasi.

2. Rencanakan Rentang Waktu Investasi

Bila kita telah tahu tujuan investasi reksadana, kita bisa menghitung perkiraan jangka waktu untuk investasi agar bisa memenuhi tujuan tersebut, mulai dari jangka pendek, menengah hingga panjang.

Misalkan kita berkeinginan membeli handphone baru dalam waktu dekat kita hanya perlu mengatur jangka waktu investasi hanya setahun. Namun Bila berkeinginan menyiapkan dana pensiun, berarti investasi tersebut untuk jangka panjang dan biasanya di atas lima tahun.

Jangka waktu investasi ini kemudian berkaitan dengan variasi reksadana yang akan kita pilih. Secara umum, ada empat variasi reksadana tersedia bagi masyarakat di Indonesia, yaitu reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan reksadana saham.

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang mengerjakan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Jenis reksadana ini cenderung stabil sehingga cocok untuk investasi dalam jangka pendek ialah sekitar setahun.

Reksadana pendapatan tetap adalah variasi reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam wujud efek utang atau obligasi. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tapi lebih moderat diperbandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu investasi 1 hingga 3 tahun.

Reksadana campuran adalah salah satu jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi, termasuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap sehingga cocok untuk jangka panjang di atas 3 tahun.

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam wujud efek bersifat ekuitas atau saham. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, tapi memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi sehingga cocok untuk jangka panjang.

3. Ketahui Profil Risiko

Sebelum berinvestasi, kita sebagai pemberi modal juga perlu mengerti karakteristik diri kita yang akan mempertimbangkan variasi reksadana yang cocok bagi kita. Biasanya, profil risiko yang menggambarkan karakter pemberi modal dalam berinvestasi ini terbagi dalam tiga variasi ialah variasi konservatif, moderat, dan agresif.

Jenis Konservatif (risk averse)

Pemodal bertipe konservatif ini memiliki profil risiko yang rendah dan cenderung menghindari risiko (risk averse). Dalam hal berinvestasi, pemberi modal ini lebih menyukai instrumen investasi yang aman dan takut seandainya pokok investasi (modal permulaan) akan berkurang. Kecuali itu, variasi pemberi modal ini juga merasa nyaman dengan instrumen investasi yang imbal alhasil tak terlalu besar tapi bergerak stabil.

Namun untuk memaksimalkan hasil investasinya, ada baiknya investor konservatif ini melakukan investasi dengan tujuan jangka panjang. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai investasi yang diinginkan tidak akan bisa diperoleh dalam jangka waktu pendek dari instrumen investasi yang cocok untuk investor dengan profil ini seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang.

Jenis Moderat (sedang)

Pemodal yang berprofil risiko moderat (sedang) ini memliki karakteristik yang siap mendapatkan fluktuasi jangka pendek dengan potensi keuntungan yang diinginkan bisa lebih tinggi dari inflasi dan deposito.

Dalam hal ini, pengetahuan bahwa investasi reksadana bisa bergerak naik atau turun (fluktuatif) telah dipahami oleh pemberi modal. Akan tetapi, mereka tetap saja tak ingin uangnya sirna sama sekali ketika berinvestasi.

Opsi variasi reksadana yang cocok untuk variasi pemberi modal moderat ini ialah reksadana campuran yang risikonya masih relatif rendah, jika dibandingkan dengan saham atau reksadana saham. Tapi, reksadana campuran ini juga memiliki potensi keuntungan yang tak kalah dari reksadana jenis lainnya.

Jenis Agresif

Pemilik profil risiko agresif sangat siap untuk untung dan juga siap rugi (risk taker). Orang dengan profil risiko agresif siap kehilangan sebagian besar bahkan seluruh dana investasinya demi imbal hasil yang besar.

Pemilik profil risiko agresif ini siap untuk berinvestasi di seluruh instrumen keuangan seperti reksadana saham dan juga termasuk trading saham, valuta asing, indeks dan komoditi. Jenis ini juga umumnya memiliki keberanian untuk terjun langsung ke dunia bisnis dan properti.

4. Disiplin

Disiplin berinvestasi maksudnya adalah selalu rutin menyisihkan uang untuk membeli reksadana. Sebab ini dilakukan agar tujuan keuangan dan perencanaan yang telah kita buat bisa tercapai sesuai dengan jangka waktunya. Lalu, meskipun reksadana bisa dicairkan kapan saja, kita bisa menahan untuk terus menyimpannya agar dana tersebut tumbuh hingga tujuan investasi kita tercapai.

Disiplin juga bisa diterapkan untuk investasi besar di pembelian pertama tapi tak mengambilnya sebelum keuntungan dan tujuan yang diinginkan dalam jangka panjang tercapai.

Dalam hal ini, seorang pemberi modal reksadana tak perlu panik mengecek portofolio setiap hari dan kuatir ketika skor investasi berfluktuasi. Sebab, pergerakan naik turun dalam jangka pendek tak terlalu berarti untuk investasi yang memang ditujukan bagi keperluan jangka panjang.

empat tips berinvestasi reksadana agar kita bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Nah, sekarang ayo kita mulai berinvestasi.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x