BURSA EFEK INDONESIA AKAN MENGARAHKAN 30 PERUSAHAAN UNTUK IPO DI TAHUN 2021

BURSA EFEK INDONESIA AKAN MENGARAHKAN 30 PERUSAHAAN UNTUK IPO DI TAHUN 2021

Di tahun 2021, BEI telah menargetkan untuk melakukan IPO (initial public offering) kepada 30 perusahaan. Hal ini sudah dipastikan benar oleh Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Prekeonomian.

IPO sendiri merupakan suatu aktivitas yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam menjual sahamnya ke publik/masyarakat. IPO juga kerap kali disebut sebagai nilai saham yang akan di lepas pertama kali ke publik.

Tentunya banyak manfaat dan tujuan diadakannya IPO terdapat perusahaan sepert bisa meningkatkan produktivitas karyawan, meningkatakan company image, meningkatkan company value dan juga bisa menjaga kelangsungan usaha.

Dengan adanya pemberlakuan IPO perusahaan ini, Airlangga menginginkan jumlahnya bisa melebihi target yang telah di tentukan. Dengan begitu nantinya akan ada dana sega yang melimpah di pasar modal. Airlangga pun mengatakan bahwa nilai Surat Berharga Negara masih berada di titik rendah dengan nilai yield sebesar 3,64%.

Pihak BEI pun berharap bahwa dengan nilai yield yang rendah bisa mendorong lebih banyak perusahaan yang melakukan IPO atau dengan cara mencari dana di pasar modal.

Dirinya mengatakan bahwa nilai transaksi IPO pada 51 perusahaan belum bisa mencapai maksimal dimana hanya bisa terkumpul Rp 5,28 triliun. Hal inilah yang harus cepat di tingkatkan di tahun 2021.

Airlangga pun sangat optimis, mengingat bahwa Indonesia berada di peringkat pertama pada negara ASEAN dalam jumlah IPO terbanyak dan kinerja bursa yang ada di Indonesia pun masih cukup baik. Apalagi pada nilai transaksi investor pada perusahaan ritel karena perfomanya masih kian meningkat bahkan hingga 4 kali lipat, padahal berada di kondisi pandemic seperti ini. Menurutnya, pencapaian perusahaan ritel pada pasar modal ini sangatlah luar biasa. “ini merupakan modal kita untuk pengembangan pasar kedepan”, sambung dia.

Dengan optimismenya tersebut, BEI sudah melakukan IPO terhadap 51 perusahaan per Desember 2020. Disisi lain, BEI memiliki pencatatan saham sebanyak 713 perusahaan.

Inarno Djajadi, selaku Dirut BEI mengakatakan bahwa Indonesia masih menjadi bursa saham dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN. Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan di BEI mengalami kenaikan dari 32 persen menjadi 619 kali per November 2020. Dengan peningkatan ini, perusahan lebih mudah dalam likuid di perdadngan saham dan tentunya bisa menjadi lebih tinggi dari bursa lainnya.

“pada periode yang sama, rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) berangsur-angsur pulih dan mencarai nilai Rp9,18 triliun”, tuturnya.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x