DAFTAR PERUSAHAAN YANG AKAN DI KELUARKAN DARI BURSA, KENAPA YA?

DAFTAR PERUSAHAAN YANG AKAN DI KELUARKAN DARI BURSA, KENAPA YA?

Bursa Efek Indonesia sudah mulai berjaga-jaga terhadap beberapa emitan yang berpotensi delisiting dari bursa sesuai dengan lamanya suspensi atau perhentian selama 12 bulan. Pihaknya sudah memberikan pernyataan terakhir kepada beberapa emiten tersebut. Keputusan mereka pun sudah bulat untuk mendelisting secara paksa bagi emiten yang belum memenuhi syarat kepemilikan. Sebagian besar pun ada yang masih berusaha menormalkan kembali keuangannya.

Inilah beberapa perusahaan yang terancam delisting menurut informasi yang telah kami rangkum dari BEI.

1.PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

Perusahaan ini sudah berpotensi akan dikeluarkan dari BEI karena telah dihentikan selama satu tahun. Masa suspensinya selama 24 dan akan berhenti di 27 Mei 2021. Harga sama BTEL sendiri berada di harag Rp 50/ saham dari harga total sebanyak 1,84 triliun. Perusahaan ini telah melakukan IPO pertama kali pada tahun 2006 dengan jumlah 5 miliar lebih  saham.

Mereka akan menghapus perusahaan jika perusahaan berada pada kondisi yang signifikan bisa berpengaruh negatif bagi kelangsungan perusahaannya sendiri. Apalagi jika kondisi perusahaan tak bisa menghasilkan indikasi pemulihan secara cepat.

BEI juga tak segan-segan untuk menghilangkan saham perusahaan yang sudah suspensi di pasar tunai dan pasar reguler. Bahkan terlihat dari laporan keuangan bahwa perusahaan ini tercatat ada penurunan pendapatan dari tahun 2018 ke tahun 2019.

2.PT Nipress Tbk (NIPS)

PT Nipress Tbk (NIPS)

Perusahaan yang bergerak pada produsen aki motor ini juga berpotensi akan terhapus dari BEI. Hal ini juga disebabkan karena perusahaan telah berhenti selama 8 bulan dengan lama suspensi 24 bulan dan akan berakhir di 1 Juli 2021.

3.PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI)

PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI)

Perusahaan ini sudah memenuhi syarakat untuk dilakukan delisting oleh BEI. Menurut Kepala Divisi Penilaian Perusahaan, bahwa perusahan produsen kertas ini  sudah berhanti dari perdagangan saham sejak 2019. BEI pun sudah memperingatkan mengingat jatuh tempo suspensi berada di 23 April 2021.

4.PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS).

PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS).

Perusahaan yang satu ini sudah berada di ambang batasnya karena telah di suspensi selama 19 bulan. Sementara masa suspensi berkahir di Oktober 2020. Maka dari itu bagi investor ataupun pihak lain yang ada kepentingan dengan emitan, bisa segera menghubungi sekretaris perusahaan. BEI pun meminta publik agar sering memperhatikan apapun informasi yang berkaitan dengan perusahaan.

5.PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Perusahan ini sudah mengalami suspensi sejak tahun 2018, bahkan masa suspensinya pun sudah hampir lewat di Juli 2020. Dan hingga saat itu, perusahaan pun tidak memperlihatkan adanya perubahan. Pada akhirnya perusahaan pun melakukan restrukturisasi pada surat hutangnya.

6.PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)

PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)

Perusahaan pada sektor perdangan hasil tambang dan energi ini sudah mendekati masa suspensi pada 2 Mei 2021. BEI pun sudah melakukan beberapa pertimbangan terkait melakukan delisting terhadap emiten ini karena sudah memenuhi syaratnya.

Emiten melakukan listing pertama kali pada tahun 2008 di harga Rp 620/saham. Meski sempat naik lagi, tapi sekarang hanya berada di Rp 50/saham. Ketika melakukan IPO pun, mereka mendapat 120 miliar dari hasil menjual 300 juta saham, dan uang tersebut dipakai untuk expand bisnis dan membayar utang bank.

Itulah 6 perusahaan yang mungkin nantinya akan dilakukan delisting oleh BEI bila dalam jangka waktu suspensi belum habis, perusahaan belum memperlihatkan perubahannya.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x