sbobet gold online poker

Persyaratan Pencatatan Saham Perusahaan di BEI Agar Go Publik

Persyaratan Pencatatan Saham Perusahaan di BEI Agar Go Publik

Bagi sebuah perusahaan yang ingin maju, tentunya mereka membutuhkan pendanaan yang nominalnya tidak sedikit untuk mengembangkan usaha yang perusahaan mereka geluti. Salah satu cara perusahaan untuk mendapatkan modal selain meminjam di bank adalah dengan mengeluarkan surat berharga berupa saham. Dengan menerbitkan saham, sangat memungkinkan perusahaan – perusahaan yang membutuh pendanaan jangka panjang untuk menjual kepentingan dalam bisnis.

Perusahaan yang ingin menerbitkan sebuah saham, tentunya harus mendaftarkannya di pasar bursa seperti Bursa Efek Indonesia ( BEI ). Untuk dapat terdaftar di BEI, sebuah perusaahaan harus memenuhi persyaratan yang telah dibuat oleh BEI. Lantas, bagaimanakah caranya? Berikut kami paparkan mengenai bagaimana cara sebuah perusahaan terdaftar dalam BEI.

Persyaratan Pencatatan Saham

  1. Badan hokum calon perusahaan tercatat berbentuk Perseroan Terbatas ( PT ).
  2. Pernyataan pendaftaran yang telah disampaikan ke Bapepam dan LK ( lembaga keuangan ) telah menjadi efektif.
  3. Memiliki komisaris independen sekurang – kurangnya 30% dari jajaran anggota dewan komisaris, memiliki direktur tidak terafiliasi, memiliki komite audit atau menyampaikan pernyataan untuk membentuk komite audit paling lambat 6 bulan setelah tercatat dan memiliki sekretaris perusahaan.
  4. Nilai nominal saham sekurang – kurangnya Rp.100.
  5. Calon perusahaan tercatat tidak sedang dalam sengketa hokum yang diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan.
  6. Bidang usaha baik langsung ataupun tidak langsung tidak dilarang oleh Undang – Undang yang berlaku di pasar modal Indonesia.
  7. Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan keuangan auditan terakhir sebelum pengajuan permohonan pencatatan.

Dalam pencatatan saham di BEI, ada dua papan pencatatan, yaitu papan utama dan papan pengembang. Setelah perusahaan telah memenuhi persyaratan – persyaratan tersebut, BEI akan memasukannya kesalah satu papan pengembang. Tergantung kepada kriteria dari perusahaan tersebut apakah memenuhi masuk kedalam papan utama atau papan pengembang. Kriteria untuk menentukan perusahaan tersebut masuk kedalam pencatatan utama atau pengembang dapat dilihat dari antara lain :

  • Dalam Kegiatan Operasional

Untuk pencatatan di papan utama, perusahaan yang telah mengajukan permohonan pencatatan,perusahaan tersebut harus telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama yang sama minimal 36 bulan. Sedangkan untuk papan pengembang perusahaan tersebut harus telah melakukakn kegiatan operasional usaha utamanya minimal 12 bulan berturut – turut.

  • Laporan Keuangan

Untuk pencatatan di papan utama, perusahaan tersebut diharuskan melakukan audit 3 tahun buku terakhir laporan keuangan dengan ketentuan 2 tahun buku terakhir dan laporan keuangan interim terakhir ( jika ada ) memperoleh pendapatan Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ). Sedangkan pada pencatatan di papan pengembang laporan keuangan auditan tahun buku terakhir mencangkup minimal 12 bulan dan laporan interim terakhir ( jika ada ) memperoleh pendapatan WTP.

  • Berdasarkan Aktiva

Di papan utama, perusahaan harus memilikiaktiva berwujud bersih ( Net Tangible Asset ) minimal Rp. 100.000.000.000,- sedangkan untuk papan pengembang hanya Rp.5.000.000.000,- .

  • Jumlah Saham yang Dimiliki

Dalam papan utama, jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang bukan merupakan pemegang saham pengendali setelah penawaran umum atau perusahaan yang sudah tercatat dalam bursa efek lain atau bagi perusahaan public yang belum tercatat di bursa efek lain dalam periode 5 hari bursa sebelum permohonan pencatatan sekurang kurangnya 100.000.000 saham atau 35% dari modal disetor. Sedangkan untuk pencatatan dipapan pengembang sekurang – kurangnya 50.000.000 saham atau 35% dari modal disetor.

Pencatatan di papan utama, tentunya lebih utama dan sangat cepat untuk dapat go public ketimbang pencatatan di papan pengembang. Kedua pencatatn ini memang memiliki karakteristik yang berbeda. Semua tergantung dari kekayaan atau profit yang didapatkan perusahaan dalam usahanya tersebut.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x