Investor Reksadana, Penyumbang Terbesar Jumlah Investor Pasar Modal

Investor Reksadana, Penyumbang Terbesar Jumlah Investor Pasar Modal

Walaupun dunia sedang dalam keadaan pandemic Covid-19 tidak membuat niat masyarakat turun untuk berinvestasi, khususnya di Reksa Dana. Reksadana sendiri adalah wadah alternatif investasi untuk para pemodal yang baru berniat untuk mencoba terjun di dunia pasar modal, atau pemodal yang hanya memiliki waktu sedikit untuk memperhatikan pergejolakan di bursa pasar modal, juga untuk orang orang yang kurang mahir dalam menghitung risiko atas saham yang mereka investasikan.

Dikutip dari OJK Indonesia, Reksadana sendiri merupakan sarana yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti : saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Sesuai dengan visi awal Reksadana, yang berniat untuk meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Reksadana berhasil menjadi penyumbang terbesar terhadap jumlah investor pasar modal dan juga kenaikan dalam pasar modal. Berdasarkan data dari KSEI atau Kustodian Sentral Efek Indonesia, jumlah Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau yang lazim juga disebut dengan Single Investor Identification (SID) Reksa Dana meroket tinggi ke 62,86% dibandingkan dengan pertengahan 2020 yang sebesar 3,17 juta. Saat ini jumlah Single Investor Identification Reksa Dana menyentuh angka 5,16 juta SID.

Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan drastis ini kemungkinan besar disebabkan oleh Pandemic Covid-19 yang membantu memompa jumlah investor reksadana juga seiring dengan optimalisasi platform digital saham yang dilakukan oleh para pelaku industri. Tentunya hal ini selaras dengan keadaan pandemic yang membuat masyarakat umum menjadi semakin sadar akan pentingnya memiliki dan menyiapkan dana darurat untuk menghadapi masa sulit seperti sekarang ini. Sehingga terlihat banyaknya para pegiat saham pasar modal mulai melakukan investasi di reksadana yang notabenernya mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat umum, bahkan sampai ibu rumah tangga.

Reksadana sendiri juga menjadi alternatif pilihan utama dikarenakan tergolong rendah untuk suku bunganya, sehingga membuat investor pada akhirnya lebih memilih untuk investasi di Reksadana selain deposito yang menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Sehingga membuat masyarakat lebih merasa cuan. Juga membuat para SID merasa lebih aman dan tidak repot karena dikelola oleh pihak yang profesional. Walaupun tentu saja di Reksadana masih ada juga resiko yang harus dipahami prospektus.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), selain melesatnya jumlah SID, instrument lain seperti investor C-BEST juga meningkat sebesar 52,77 persen dan investor Surat Berharga Negara (SBN) 18,36 persen.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x