Tips Investasi dan Rekomendasi Jangka Pendek

Tips Investasi dan Rekomendasi Jangka Pendek

Risiko tinggi memang merupakan suatu hal yang sepertinya tidak bisa lepas dari dunia investasi. Inilah yang membuat banyak orang menjadi ragu untuk memulai melakukan investasi, padahal sebenarnya banyak cara untuk membuat investasi menjadi memiliki risiko yang rendah.

Salah satu investasi yang memiliki risiko yang rendah adalah investasi jangka pendek. Ini adalah investasi yang cenderung memiliki kenaikan atau turun yang cenderung kecil. Nah, sebelum mengetahui jenis investasi jangka pendek apa saja yang bisa Anda pilih, berikut kami akan memberikan sedikit tips untuk berinvestasi jangka pendek.

Tips Investasi Jangka Pendek

1.Mulai dari yang Anda kenali

Jangan pernah berinvestasi pada suatu yang belum Anda kenali dengan baik, pilihlah sesuatu yang sudah familiar dengan Anda. Jika ini kali pertama Anda melakukan investasi maka pelajari dululah instrumen yang akan Anda beli.

2. Mulai Dari Dana yang Kecil

Umumnya, investasi jangka pendek memiliki risiko yang rendah. Tetapi meski demikian, jangan langsung memulai berinvestasi dengan dana yang besar. Mulailah dari dana yang kecil, seperti dari Rp100.000, selain itu juga pastikan hanya menggunakan uang ‘Menganggur’.

3. Pilih Instrumen yang Memiliki Return Tinggi

Tujuan Anda melakukan investasi adalah untuk bisa mendapatkan keuntungan, jadi Anda harus tahu investasi mana yang akan memberikan return tinggi pada Anda. Pastikan Anda memahami mengenai return dan risiko yang akan terjadi jika Anda memilih investasi pada instrumen tersebut.

4. Lakukan Kombinasi dengan Investasi Jangka Panjang

Pada umumnya, investasi jangka pendek memang kecil, tapi jika Anda bisa melakukan perpaduan dengan investasi jangka panjang ini bisa membuat Anda mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

Selanjutnya ada beberapa instrumen investasi jangka pendek yang bisa menjadi pilihan Anda.

Jenis Investasi Jangka Pendek

1.Deposito

Pertama yang kami rekomendasikan adalah deposito, ini sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan menabung. Tetapi Anda tidak bisa mengambil uang yang sudah Anda simpan di dalam rekening sewaktu-waktu.

Jangka waktu dari deposito akan ditentukan oleh pihak bank, seperti dalam jangka 1 – 3 tahun, setelah itu baru Anda bisa mengambil uang di dalam deposito Anda. Keuntungan dari deposito sendiri adalah Anda bisa mendapatkan bunga dengan angka yang tinggi, yaitu berkisar dari 5 – 6 %.

2. Reksadana Pasar Uang

Reksadana merupakan tempat untuk menghimpin dana dari masyarakat yang nantinya bisa diinvestasikan pada instrumen investasi tertentu. Di sini produk yang diinvestasikan adalah produk keuangan seperti deposito dan obligasi. Kalau dilihat dari segi risikonya, reksadana memiliki risiko yang cukup rendah.

3. Obligasi Negara Ritel

Ini merupakan salah satu investasi di Indonesia yang cukup populer, ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Karena pemerintah yang mengeluarkannya, jadi risiko dari investasi ini sangatlah rendah. Meski demikian, jumlah minimal dari investasi ini cukuplah besar, batas minimal pembeliannya mulai dari Rp3.000.000 dan dengan tenor 3 tahun.

4. Saving Bonds Ritel

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah Saving Bonds Ritel atau SBR. Ini merupakan investasi yang berupa surat utang yang pemerintah keluarkan dan uang yang terkumpul digunakan untuk keperluan dari pemerintah. Ini cocok untuk investor pemula, karena keamanannya terjamin.

Itulah beberapa jenis investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih jika tertarik untuk memulai investasi dengan jangka pendek dan ingin yang memiliki risiko rendah.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x