IHSG Siang Ini Cetak Rekor, Sempat Tembus Level 7.099

IHSG Siang Ini Cetak Rekor, Sempat Tembus Level 7.099

IHSG Siang Ini Cetak Rekor, Sempat Tembus Level 7.099

IHSG Siang Ini Cetak Rekor, Sempat Tembus Level 7.099

Kabar baik bagi Bursa Efek Indonesia pada hari ini dapat mengalami penguatan kembali. Hal ini juga berkat tindakan cepat Bapak Presiden dan Menteri Perekonomian selama masa pandemic.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini ditutup menguat. IHSG sesi I menguat 14,39 poin atau 0,20% di 7.067,58. Hal ini membuat Indonesia dapat sedikit bangga, karena sebelumnya sangat sulit dikarenakan masa pandemic banyak membuat sektor usaha lesu bahkan gulung tikar.

Kemarin memang Index Harga Saham Gabungan juga meningkat, hal ini juga di benarkan oleh juru bicara menteri keuangan. IHSG hari ini kembali mencetak rekor. IHSG mampu melanjutkan penguatan hingga menyentuh level all time high barunya di 7.099,49.

Sesi Pertama

Pada perdagangan sesi pertama Kamis (31/3/2022), terdapat 256 saham menguat, 239 saham melemah, dan 171 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp8,40 triliun dari 14,29 miliar saham yang diperdagangkan. Hal ini lantas tidak membuat Indonesia berpuas diri karena masih ada sektor yang merugi, ini harus segera di antisipasi.

Menyusul Index Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks LQ45 koreksi -0,01% ke 1.024,15, indeks JII turun -0,05% ke 591,48, indeks IDX30 tertekan -0,05% ke 547,10, dan indeks MNC36 jatuh -0,11% ke 344,61. Jatuhnya Index nilai MNC mungkin karena dipengaruhi masa transisi totol dari TV Analog ke TV Digital.

Investor asing terpantau melakukan net buy secara akumulatif sebesar Rp106,33 miliar, terdiri dari net buy di pasar reguler Rp495,73 miliat, dan profit taking di pasar negosiasi-tunai Rp335,40 miliar.

Condong ke Bank Swasta

Pembelian asing terhadap sejumlah emiten big caps di pasar reguler antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp185,0 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Ro78,0 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp63,8 miliar. Index kepercayaan Investor masih cenderung kepada Bank Swasta di bandingkan Bank Milik Pemerintah.

Index Saham Perusahaan Swasta

Sementara net sell asing di pasar reguler yakni PT Unilever Indonesia Rp22,2 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp8,9 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tnk (INDF) Rp6,9 miliar.

Saham-saham yang sedang meroket, yaitu PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) tumbuh 26,24% di Rp178, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melesat 12,31% di Rp1.095, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) menguat 11,76% di Rp76. Bisnis minuman kesehatan milik PT> Sidomulyo Selaras sedang mengalami peningkatan selama pandemic.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x