CORONA MENYERANG BERDAMPAK PADA IHSG YANG TERJUNGKIR, APA YANG DAPAT DILAKUKAN PASAR MODAL ?

CORONA MENYERANG BERDAMPAK PADA IHSG YANG TERJUNGKIR, APA YANG DAPAT DILAKUKAN PASAR MODAL ?

Dampak yang diberikan oleh virus corona ternyata sangat luas, karena memberikan juga dampak yang buruk pada IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG saja bahkan sampai terjungkir balik karena pandemi COVID โ€“ 19 ini, tetapi pasar modal di Indonesia sudah mulai membaik kembali.

Inarno Djayadi selaku Direktur Utama BEI yang menuturkan bahwa pasar modal terkapar dari awal bulan Februari 2020. Ketika WHO sudah memberitahukan kalau COVID โ€“ 19 ini sudah dinyakatakn sebagai pandemi sekala global.

Di awal tahun itu IHSG berada pada level 6.200an, hanya saja saat sudah masuk ke dalam bulan Februari penurunannya cukup signifikan yaitu berada di level 5.900an. Sejak terjadi penurunan ini membuat IHSG berada di dalam zona merah.

“Lalu pada 2 Maret Pak Jokowi menyatakan bahwa ada yang kena COVID-19 di Indonesia. Dari sejak itu memang pasar meresponsnya sangat negatif dan mencapai titik yang terendahnya di 24 Maret indeks sudah di bawah 4.000. Jadi luar biasa turunnya itu sekitar 37% dari awal tahun 2020,” tuturnya.

Keterpurukan yang terjadi pada IHSG ini tercatat sampai dengan angka 37 persen, yang pada berada pada posisi 6.283 ini angka saat awal tahun. Tetapi berpindah ke posisi 3.973 di tanggal 24 Maret 2020. Tentunya ini menjadi penurunan dengan angka terbesar, dengan kurun waktu kurang dari satu bulan saja di bulan Maret 2020. Ketika angka ini sudah tercatat, memang Indonesia sudah menginformasikan kalau terdapat kasus COVID โ€“ 19 yang positif.

Pada tahun 2008 memang pernah terjadi penurunan yang sangat tajam, saat itu sedan terjadi krisis pasar keuangan. Penurunan yang terjadi di IHSG itu mencapai lebih dari 50 persen, hanya saja penurunan yang terjadi disaat itu dalam waktu yang memang cukup panjang.

“Jadi bedanya satu, kalau di 2008 lebih lama proses penurunan IHSG, kalau pandemi ini itu cepat sekali, dalam waktu 1 bulan cepat sekali dropnya dan pada waktu yang sama semua menjual,” Jelasnya.

Disaat sedang berada pada situasi yang tidak kondusif tersebut, kebanyakan para pelaku pasar melakukan penjualan. BEI saat itu memberikan putusan untuk mengambil langkah dengan cepat, yaitu mengeluarkan beberapa kebijakan. Salah satu kebijakan tersebut trading halt, yang dijalan melalui Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia.

Keputusan yang sudah dikeluarkan tersebut, berdampak dengan penurunan yang sangat tajam dalam waktu satu hari di bursa yang sama.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x