Cara Membeli Saham Google Dan Resikonya

Cara Membeli Saham Google Dan Resikonya

Membeli saham merupakan salah satu investasi yang cukup populer selain membeli emas dan rumah. Google adalah salah satu perusahaan IT terbesar di dunia. Selain Google, saham teknologi terbesar lainnya yang dapat Anda cari adalah Apple, facebook, atau Microsoft.

Cara Membeli Saham Google Dan Resikonya

Di generation di mana perusahaan teknologi tumbuh dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, daya tarik untuk berinvestasi di perusahaan teknologi ini semakin kuat. Membeli saham di perusahaan teknologi ini semakin menjanjikan.

Performa saham teknologi cukup menggiurkan karena pandemi virus corona dan kebiasaan masyarakat yang beralih aktivitas sekolah atau bekerja di rumah.

Cara membeli Saham Google Atau Saham teknologi FAANG

Cara membeli saham teknologi lokal atau asing sebenarnya sama saja. Perbedaannya terletak pada pendaftaran surat berharga asing yang memiliki keterkaitan dengan bursa efek internasional seperti Amerika Serikat, Singapura dan beberapa negara Eropa untuk saham asing.

Harga saham Google dalam rupiah mencapai US$ 1.575,57 atau Rp 23.262.188,15.

Jika Anda tertarik untuk membeli saham Google atau teknologi lainnya, Anda perlu mempertimbangkan setiap kemungkinan, apakah itu keuntungan atau risiko.

Berinvestasi saham Google bisa menggunakan jasa pialang atau dealer saham terbaik dan terpercaya seperti eToro broker, Interactive broker, hingga Saxo bank.

Risiko Berinvestasi Di Perusahaan Teknologi

Sama seperti kita dapat mengambil keuntungan dari meningkatnya saham perusahaan teknologi ini, sehingga mereka dapat menjadi usang dengan cepat. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan perusahaan teknologi yang semakin pesat.

Saham-saham teknologi dengan harga yang tidak murah memang perlu memahami pergerakan di pasar saham. Saham-saham teknologi yang naik seiring dengan essential perusahaan terutama pendapatan, bisa turun drastis juga.
Volatilitas ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi investor yang tidak berpengalaman, atau mereka yang tidak terlalu memperhatikan pergerakan pasar saham.

Fluktuasi yang cepat pada saham Google dan kawanannya memang menuntut investor industri teknologi untuk siap memantau pasar. Tetap mengikuti berita terbaru, dan terutama jangan takut untuk memotong kerugian mereka dengan menarik saham saat fluktuasi yang mengejutkan terjadi.

Saham-saham teknologi yang naik seiring dengan essential perusahaan terutama pendapatan, bisa turun drastis juga.

Misalnya, pada awal Maret 2020 di masa pandemi Covid-19, hampir semua negara, termasuk Amerika Serikat, saham Google turun 23 persen dan naik perlahan.

Secara keseluruhan, saham-saham Google dan kawanannya saat ini cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi daripada kategori saham di sektor lain.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x