Bursa Singapura Bisa Hijau Saat Covid-19 Meledak, Kenapa?

Bursa Singapura Bisa Hijau Saat Covid-19 Meledak, Kenapa?

Bursa Singapura Bisa Hijau Saat Covid-19 Meledak, Kenapa?

Bursa Singapura Bisa Hijau Saat Covid-19 Meledak, Kenapa?

Sementara disebagian negara lain seperti di Korea, khususnya Korea Selatan Index saham malahnya jatuh, karena sebagian besar bisnisnya di sektor Export dan Import.

Strait Time Singapura

Di lain sisi, indeks Straits Times Singapura atau disebut STI sempat dibuka menghijau 0,3% pada awal perdagangan hari ini. Namun tetapi selang beberapa jam tepatnya pada waktu 2-3 jam setelahnya, index bursa saham acuan di Negeri Singapur akhirnya melemah dengan kisaran 0.3% ke level 3.210

Saat ini, Singapura masih berperang dengan pandemi virus corona (Covid-19), di mana kasus harian virus corona (Covid-19) terus meningkat, bahkan Kasus Covid di Negara ini tiap harinya menembus 1000 pasid Covid dalam 10 hari.

Mengutip Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) Singapura, kemarin ada 5.324 kasus covid baru di singapura dengan tambahan 10 kematian. Ini merupakan rekor musibah di masa Pandemic, yang jika dibiarkan akan semakin memperburuk ekonomi di Negeri Kepala Singa tersebut.

Angka kasus baru ini juga naik signifikan dibanding Oktober 2021, di mana Singapura mencatat 3.277 kasus. Dihari yang sama kementrian kesehatan setempat mencatat ada sekitar 3.500 kasus Covid-19. Ini karena belum ditemukannya Vaksinasi untuk kasus Covid-19, sehingga lonjakan kasus Covid-19 belum bisa ditekan kasus harian covid di Singapura.

Dampak Pandemic Covid – 19

Singapura sendiri menyebut, kebanyakan kasus adalah gejala ringan dan tanpa gejala. Ini akibat meluasnya vaksinasi di negeri itu. Namun lonjakan pasien yang terkena Covid 19 masih banyak, bahkan sekitar 70% diantaranya harus di larikan ke ICU untuk menopang hidupnya.

Sehingga mereka harus mempersiapkan ruangan dan tempat tidur untuk pasien kritis, tapi ini tidak dapat terpenuhi sehingga banyak yang harus di rawat koridor-koridor Rumah Sakit. Selain terus meningkatnya kasus Covid-19, Singapura juga mengalami krisis bahan dasar untuk energi untuk menunjang kelistrikan disana.

Langkah Singapura

Bahkan awal bulan September lalu, SGX mengumumkan aturan baru untuk memungkinkan pencatatan perusahaan akuisisi tujuan khusus atau SPAC (special purpose acquisition company), perusahaan cek kosong. Dan untuk menolong usaha-usaha disana, agar tidak mati agar sehingga pandemic itu lewat mereka dapat bangkit lagi. Dan Untuk mengurangi dampak orang yang kehilangan pekerjaan.

Langkah ini dinilai sebagai cara untuk menghidupkan kembali pasar IPO di Singapura.

Reuters mencatat pada tahun ini, pasar saham Singapura sebenarnya telah mengungguli banyak bursa regionalnya. Tetapi penawaran umum perdana di Bursa Singapura masih terlihat tidak begitu menarik.

Bahkan pada semester pertama tahun ini saja, Singapura hanya mampu menarik tiga IPO saja yang menghasilkan nilai sekitar US$ 200 juta atau setara Rp 2,9 triliun. Dibandingkan dengan negara lain di Asia seperti Japan dan Hongkong, kenaikan IPO di Sangapur lebih membaik disana.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x