BCA GELAR STOCK SPLIT, APAKAH DAMPAKNYA PADA BEI?

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA sedang berencana untuk menggelar aksi korporasi yaitu dengan melakukan pemecahan niai nominal saham, yang biasa kita kenal sebagai stock split saham. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI ini akan melakukan pemecahan nilai saham dengan ratio 1:5 (satu saham lama menjadi lima saham baru). Hal ini dilakukan oleh para deretan Direksi & Komisaris BCA yang mencapai mufakat pada rapat yang digelar pekan lalu, dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham khususnya saham BBCA di pasar modal dalam negeri juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk para investor ritel, terutama generasi milenial yang dinilai sangat akif meramaikan bursa, untuk berinvestasi di saham BCA yang kini lebih terjangkau.

Harapan jajaran direksi manajemen BCA itu pun diaminkan oleh Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardhiastama, yang merasa aksi korporasi BCA tersebut dapat menjadi katalis positif baik untuk investor maupun saham BBCA sendiri ke depannya yang lebih likuid dan dapat mempertahankan BBCA sebagai perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Senada dengan Okie, Analis Senior Sucor Sekuritas Edward Lowis, aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ini, dinilai dapat mendongkrak kinerja saham BBCA karena lebih terjangkau harga per lembarnya sehingga para investor ritel muda pun dapat memilikinya.

Dengan dilakukannya stock split saham ini, total jumlah saham BBCA menjadi 123,27 miliar saham dan sebelum stock spit saham berjumlah 24,65 miliar saham. Dan untuk nilai sahamnya tentu saja turut berubah dari yang tadinya seharga Rp. 62,5/saham menjadi Rp. 12,5/saham. Secara teknis, untuk saat ini saham BBCA memang masih berada di rentang level tertinggi Rp 30.700 dan terendah Rp 29.925 per saham, terlihat berjalan sideways.

Pada 23 September 2021 ini nantinya BCA akan mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham perihal pelaksanaan stok split saham ini. Setelah semuanya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan ketentuan anggaran dasar perseroan yang sudah diatur, juga sudah mendapat persetujuan dari para pemegang saham, diperkirakan paling lambat di Oktober 2021 aksi korporasi stock split saham ini akan segera dieksekusi oleh BCA dan juga Bursa Efek Indonesia.

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x