IHSG Bonyok, Asing Lepas Saham Ini

IHSG Bonyok, Asing Lepas Saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di zona merah pada perdagangan hari Selasa kemarin pada tanggal 9 Februari 2021 di level 6.181,67 atau minus 0,44% di tengah optimism stimulus Amerika Serikat (AS) dan sentiment pembentukan induk atau holding BUMN Pembiayaan mikro.

Data BEI mencatat, ada 158 saham naik, 315 saham ambruk, dan 167 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 19,19 triliun dengan volume perdagangan 18,87 miliar saham dan frekuensi perdagangan 1,72 juta kali perdagangan.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual dalam rangka profit taking alias ambil untung pada saham – saham dengan kapitalisasi pasar besar.

Net sell di pasar regular kemarin mencapai Rp 534,54 miliar di pasar regular. Walau begitu, di pasar nego dan tunai ada beli bersih atau net buy Rp 105,43 miliar sehingga total net sell menjadi Rp 429,11 miliar di semua pasar.

Berikut 10 saham dengan catatan jual bersih terbesar di pasar regular:

  • Astra International (ASII), net sell Rp 326 M, saham -4,15% Rp 5.825
  • Indofood CBP (ICBP), Rp 228 M, saham -3,30% Rp 8.800
  • Telkom Indonesia (TLKM), Rp 106 M, saham -2,44% Rp 3.200
  • Bank Mandiri (BMRI), Rp 97 M, saham -1,14% Rp 6.500
  • PGN (PGAS), Rp 89 M, saham -4,35% Rp 1.430
  • Vale Indonesia (INCO), Rp 67 M, saham -3,25% Rp 5.950
  • Tower Bersama (TBIG), Rp 63 M, saham -6,64% Rp 2.110
  • Kalbe Farma (KLBF), Rp 25 M, saham -3,18% Rp 1.520
  • Semen Indonesia (SMGR), Rp 16 M, saham -1,36% Rp 10.900
  • Indofood Sukses INDF), Rp 13 M, saham -1,60% Rp 6.150

Dari saham tersebut, ada 4 saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun. Astra punya kapitalisasi pasar mencapai Rp 236 triliun, ICBP Rp 103 triliun, Telkom Rp 317 triliun, dan BMRI Rp 303 triliun.

Di sisi lain, asing melakukan net buy terbesar di dua saham yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 699 miliar dan di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 123 miliar.

Adapun pelemahan saham ASII terjadi setelah kabar dari amblesnya badan jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di ruas KM 122 pada sekitar pukul 08:30 WIB Selasa pagi.

Astra melalui anak usahanya, PT Astratel Nusantara merupakan pemilik konsesi jalan tol PT Cikopo-Palimanan (Cipali). Astra membeli ruas tol ini dari sejumlah pemegang saham senilai Rp 2,56 triliun.

Pemegang saham sebelumnya adalah, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) di PT Baskhara Utama Sedaya (BUS) yang sahamnya dimiliki oleh dua anak usaha SSIA, yaitu PT Karsa Sedaya Sejahtera (KSS) dan PT Nusa Raya Cipta (NRC).

admbursaefekindonesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x